Rabu, 26 Oktober 2011

Movie Education

Anda pasti mengenal siapa Bruce Lee, aktor legendaris yang juga ahli kungfu. Di balik sebuah nama besar, biasanya ada tokoh yang sangat berperan. Nah, salah satu tokoh yang sangat berperan di belakang Bruce Lee, sudah tentu tidak lain adalah gurunya, Ip Man. Ternyata kisah mahaguru kungfu aliran Wing Chun ini juga menarik untuk diangkat ke layar lebar, yaitu film hasil garapan Wilson Yip pada tahun 2008 yang bertajuk Ip Man.

Kisahnya bermula di sebuah kota Foshan di China pada era 1930-an, terdapat seorang ahli kungfu bernama Ip Man (Donnie Yen) yang tinggal bersama istri dan putranya. Walau memiliki ilmu tinggi, Ip Man tidak tertarik memamerkan ilmunya dan lebih suka low profile. Walau Foshan adalah kota gudangnya para ahli kungfu dan banyak perguruan silat dibuka di sana, tetap saja Ip Man tidak tertarik menerima murid.

Namun kehidupan bahagia keluarga Ip Man harus berakhir setelah Jepang menguasai China pada tahun 1937. Hal ini berpengaruh besar pada kehidupan kota Foshan dan khususnya Ip Man yang harus kehilangan rumahnya lantaran dijadikan markas bala tentara Jepang. Ip Man yang tadinya cukup kaya kini harus menjadi buruh di sebuah tambang batu bara demi menghidupi istri dan anaknya. Di sana ia harus melihat ketidakadilan yang menimpa para buruh.

Ternyata Ip Man harus mengeluarkan ilmunya untuk mengalahkan para ahli bela diri Jepang yang telah membunuh para buruh lantaran sebuah kantong beras yang diperebutkan dalam ajang kungfu. Melihat kehebatan Ip Man, Jenderal Miura (Hiroyuki Ikeuchi) dari pasukan Jepang menjadi bernafsu untuk mengalahkan Ip Man di arena pertarungan. Sementara itu, Ip Man melatih para buruh pabrik kapas agar bisa menghadapi para perampok yang ternyata dipimpin seorang jago kungfu yang pernah dikalahkan Ip Man di masa lalu.

Saksikan Pemutaran Film IP MAN pada:


Hari                : Jumat
Tgl                  : 18 Oktober 2011
Tempat           : 301 / 302 Kampus D3 STIAMI Mardani
Waktu             : 09.00 – 11.30 WIB

Ayo ajak teman-teman mu yang lain. GRATIS

Jumat, 21 Oktober 2011

Lib. D3 STIAMI Attend UI Book Fest 2011












Assalamu'alaikum

Guys, pada tanggal 20 s.d 22 Oktober 2011 Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia mengadakan serangkaian acara besar-besaran yang diberi nama UI Book Fest. Kami, pengelola perpus D3 STIAMI, mendengar bahwa ada stand perpustakaan seperti:
-Perpustakaan Bank Indonesia,
-Perpustakaan Komisi Yudisial,
-Perpustakaan Mahkamah Agung,
-Perpustakaan Freedom Institute,
-Perpustakaan Elsam (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat dan
-Perpustakaan Komnas HAM.
Di sana perpustakaan tersebut memberikan berbagai macam informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa salah satunya bagaimana caranya meminjam buku untuk kepentingan skripsi atau tugas akhir. Selain stand perpustakaan UI Book Fest juga mengadakan bazaar buku murah, diskon sampai 50%, berikut cuplikan gambarnya:





Bener kan murah-murah harganya, pokoknya kocek mahasiswa deh. Berikut penerbit yang buka stand di UI Book Fest:
-UI Press
-Etno Group
-Bumi Aksara
-Gagas Media
-CSIS
-Rineka Cipta
-Yayasan Obor
-Serambi
-Ufuk
-TM Bookstore
-Kelana Mitra
-CPB
-Erlangga
-Rene Book
-Salemba
-VHR Media
-Femina Group

Semoga bermanfaat untuk civitas D3 STIAMI. Maaf kalau infonya terlambat.

Perpustakaan D3 STIAMI
Membaca itu Mudah, Murah dan Membuat Kaya


 

Minggu, 09 Oktober 2011

Perpustakaan D3 STIAMI Menerima Donasi Buku dari Kedubes Iran


Assalamu'alaikum

Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur kehadapan Allah SWT

Pada hari Jumat, 07 Oktober 2011 di Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia, kami disambut hangat oleh Bpk. Imam selaku perwakilan. Kedatangan awal kami adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur untuk sumbangan buku dari Kedubes Iran, tetapi Allah permudah. Tanpa harus susah payah membuat surat permohonan maupun proposal, perpustakaan D3 STIAMI mendapatkan donasi buku untuk koleksi perpustakaan yang sebagian besar bukunya tentang kebudayaan Iran.

Ada sebuah selogan mengatakan bahwa " Buku adalah Jendela Dunia". Semoga sumbangan buku yang diberikan oleh Kedubes Iran bisa membuka mata hati kita khususnya yang selama ini mempunyai sentimen negatif terhadap Iran karena mungkin paham agam yang berbeda (Syiah) dengan mayoritas bangsa Indonesia. Tetapi kalau kita baca berita belakangan ini hubungan diplomasi antara Iran dan Indonesia semakin baik karena telah disatukan oleh isu kemerdekaan negara Palestina.

Semoga buku yang disumbangkan bermanfaat bagi kita semua, Amin

Terima kasih

Perpustakaan D3 STIAMI
Membaca itu Mudah, Murah dan Membuat Kaya